Senin, 02 Mei 2016

Perkembangan Obesitas dan Cara Untuk Menghindarinya

Seiring dengan perkembangan jaman, dengan meningkatnya arus globalisasi secara tidak langsung berdampak pada pola hidup manusia seperti pada pola makan manusia. Kini, manusia cenderung banyak memilih makanan siap saji (fast food) dibandingkan dengan yang diolah sendiri. Ketidakseimbangan komposisi kandungan gizi pada fast food cenderung membuat jalannya metaboliseme dalam tubuh kurang maksimal dan menimbulkan berbagai penyakit seperti Obesitas.
Obesitas merupakan penyakit yang diakibatkan karena adanya penumpukan lemak yang berlebihan secara menyeluruh dibawah kulit dan jaringan lainnya di dalam tubuh. Penyakit ini dapat timbul kapan saja dan sering terjadi pada saat usia remaja. Obesitas merupakan peningkatan total lemak tubuh, yaitu apabila ditemukan kelebihan berat badan >20% pada pria dan >25% pada wanita karena lemak (Ganong, 2003).
 Menurut data World Health Organization (WHO) prevalensi obesitas di negara maju dan berkembang telah meningkat tiga kali lipat. Obesitas dinyatakan sebagai salah satu dari sepuluh masalah kesehatan utama didunia dan kelima teratas di negara berkembang. Prevalensi obesitas populasi dewasa di seluruh dunia pada tahun 2005 mencapai 400 juta jiwa dan pada tahun 2015, jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 700 juta jiwa (WHO, 2005).
Menurut (Purwati, 2007), berdasarkan kondisi selnya, obesitas digolongkan dalam beberapa tipe yaitu:
a. Tipe Hiperplastik, obesitas yang terjadi karena jumlah sel yang lebih banyak dibandingkan kondisi normal, tetapi ukuran sel-selnya sesuai dengan ukuran sel normal terjadi pada masa anak-anak.
 b. Tipe Hipertropik, obesitas yang terjadi karena ukuran sel yang lebih besar dibandingkan ukuran sel normal. Obesitas tipe ini banyak menjangkit orang dewasa.
c. Tipe Hiperplastik dan Hipertropik kegemukan tipe ini terjadi karena jumlah dan ukuran sel melebihi normal. Kegemukan tipe ini dimulai pada masa anak - anak dan terus berlangsung sampai setelah dewasa.
Selain itu jenis obesitas juga dapat digolongkan berdasarkan penyebaran lemak didalam tubuh, yaitu:
a. Tipe Adroid, ditandai dengan pertumbuhanlemak berlebih dibagian tubuh sebelah atas yaitu sekitar dada, pundak, leher, dan muka. Umumnya dialami pria dan wanita yang sudah menopause. Lemak yang menumpuk merupakan lemak jenuh.
b. Tipe Genoid, ditandai dengan penimbunan lemak pada bagian bawah, yaitu sekitar perut, pinggul, paha, dan pantat. Umumnya banyak diderita oleh perempuan. Jenis timbunan lemaknya adalah lemak tidak jenuh.
Dengan meningkatnya angka obesitas dari tahun ke tahun maka karya tulis ini dibuat untuk megnalisis peran metabolisme serat di dalam tubuh sebagai upaya preventif & representatif Obesitas.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan guna menghindari atau menyembuhkan penyakit obesitas :
1) Diet.
Diet menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit obesitas. Diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori tetapi cukup gizi, yaitu sekitar 15 – 20 kalori/kg.bb.,dengan komposisi 20% protein, 65% karbohidrat dan 15% lemak(Sutedjo, 1985).

2) Olah Raga.
Dengan melakukan olahraga secara rutin, secara tidak langsung dapat mempercepat metabolisme tubuh, juga dapat membuat kondisi tubuh lebih segar dan dapat menambah estetika. Dengan melakukan olahraga jumlah kalori yang dikeluarkan tubuh lebih banyak daripada jumlah kalori yang masuk sehingga kalori dalam tubuh akan berkurang dan menghindari terjadinya penumpukan lemak dalam tubuh (Danfort, 1985).
3) Obat-obatan.
Obat-obatan yang banyak digunakan untuk obesitas terdiri dari obat penahan nafsu makan di antaranya alah golongan amfetamin, obat yang meningkatkan/mempercepat metabolisme tubuh misalnya preparat tiroid, obat pemacu keluarnya cairan tubuh misalnya diuretika; pencahar. Namun obat-obat tersebut bila digunakan dalam jangka panjang akan menyebabkan efek samping sangat merugikan tubuh. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya disertai kontrol ketat dan sesuai dengan resep dokter (Hedi, 1986).
4) Mengkonsumsi makan berserat
Mengkonsumsi serat larut air (soluble fiber) seperti pektin serta beberapa hemiselulosa mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan. Makanan yang mengandung bayak serat waktu cernanya lebih lama dalam lambung, sehingga dapat memberikan efek rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak.Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas(Anik, 2010).









Daftar Pustaka

Anik, H. (2010). Manfaat Serat Pangan dalam Menu Makan. Jakarta: Universitas Mercu Buana.
Danfort, E. (1985). Diet and Obesity. AmJ Clin Nutrition.
Ganong, F. (2003). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
Hedi, R. (1986). enanggulangan Kegemukan dengan Obat-Obatan. Jakarta: FKUI.
Purwati. (2007). Perencanaan Menu Untuk Penderita Kegemukan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sutedjo. (1985). Obesitas, Hubungannya dengan Kesehatan Jantung. Simposium Sehari Pengaruh Kegemukan pada Estestika Tubuh, 103.
W.F, G. (2003). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
WHO. (2005). Obesity and Overweight. www.who.int.





Tidak ada komentar: